cognitive-psychologistTeori schema berdasarkan Psikologi Kognitif menjelaskan bahwa Schema adalah informasi yang dimiliki seseorang tentang segala sesuatu di sekitarnya baik tentang orang, objek, dan peristiwa yang terjadi. Schema ini dipelajari, artinya seseorang memiliki informasi atau pengetahuan akan sesuatu karena pernah memiliki pengalaman dengan hal itu dalam bentuk apapun. Setelah memiliki pengalaman tersebut, schema ini tertanam dalam pikiran seseorang. Ketika seseorang berhadapan dengan suatu hal, maka orang tersebut akan mencari dari schema yang dimilikinya, adakah yang cocok dengan hal yang dihadapinya. Jika ada, maka orang tersebut akan menghadapi hal tersebut sesuai dengan schema yang sudah diketahuinya. Misalnya, schema seseorang menginformasikan bahwa ketika bertemu dengan orang baru, hal yang umum dilakukan adalah berkenalan dengan berjabat tangan. Maka saat seseorang dihadapkan dengan keadaan berkenalan dengan cara memberikan ciuman pipi, maka orang tersebut akan mengalami strangeness.

Strangeness yang terjadi bisa membuat seseorang merasa dalam kondisi threatening, atau merasakan curiosity dengan situasi yang terjadi. Threatening terjadi ketika orang merasa bingung, tidak tenang, dan merasa terancam dengan situasi yang terjadi. Di sisi lain, curiosity terjadi ketika strangeness membuat seseorang menjadi penasaran dan ingin tahu lebih lanjut mengenai hal yang ia tidak ketahui sebelumnya.

Contoh yang saya gambarkan merupakan pengalaman orang Indonesia yang bekerja pada pengusaha Yahudi di Amerika Serikat. Dari contoh tersebut, terdapat beberapa peristiwa strangeness yang terjadi. Strangeness yang terjadi bagi pengusaha Yahudi ini adalah ketika ia mengetahui bahwa orang Indonesia ini memiliki kartu kredit. Pengusaha Yahudi itu memiliki schema bahwa hanya orang kaya yang bisa memiliki kartu kredit, sehingga merupakan hal yang baru jika ada seseorang yang melamar sebagai pegawai di perusahaannya, berarti orang tersebut tidak lebih kaya dari dirinya, bisa memiliki kartu kredit.

Pada sisi dominan orang Indonesia, strangeness yang terjadi adalah hubungan pengusaha Yahudi dengan teman-teman seagamanya yang sangat solid dan kuat, belum lagi melihat upacara keagamaan mereka yang dipimpin oleh Rabbi. Di Indonesia hanya diakui 5 agama dan tidak ada agama seperti yang dilakukan orang Yahudi tersebut. Strangeness yang terjadi ini membuat orang Indonesia itu lebih cenderung ke arah curiosity, sampai ia bisa menyimpulkan bahwa hubungan pengusaha Yahudi dengan teman-temannya sangat solid. Hal lain yang terjadi adalah ketika orang Indonesia ini diteriaki agar tidak curang ketika memberikan label harga. Ia merasa diremehkan.

Kesimpulan yang bisa saya tarik dari contoh diatas adalah strangeness terjadi ketika ada dua orang dengan schema berbeda bertemu atau bekerjasama dalam satu pekerjaan.

Teori schema berdasarkan pada pandangan psikologi kognitif. Schema yang saya tangkap adalah informasi yang dimiliki seseorang tentang segala sesuatu di sekitarnya baik tentang orang, objek, dan peristiwa yang terjadi. Schema ini dipelajari, artinya seseorang memiliki informasi atau pengetahuan akan sesuatu karena pernah memiliki pengalaman dengan hal itu dalam bentuk apapun. Setelah memiliki pengalaman tersebut, schema ini tertanam dalam pikiran seseorang. Ketika seseorang berhadapan dengan suatu hal, maka orang tersebut akan mencari dari schema yang dimilikinya, adakah yang cocok dengan hal yang dihadapinya. Jika ada, maka orang tersebut akan menghadapi hal tersebut sesuai dengan schema yang sudah diketahuinya. Misalnya, schema seseorang menginformasikan bahwa ketika bertemu dengan orang baru, hal yang umum dilakukan adalah berkenalan dengan berjabat tangan. Maka saat seseorang dihadapkan dengan keadaan berkenalan dengan cara memberikan ciuman pipi, maka orang tersebut akan mengalami strangeness.

Strangeness yang terjadi bisa membuat seseorang merasa dalam kondisi threatening, atau merasakan curiosity dengan situasi yang terjadi. Threatening terjadi ketika orang merasa bingung, tidak tenang, dan merasa terancam dengan situasi yang terjadi. Di sisi lain, curiosity terjadi ketika strangeness membuat seseorang menjadi penasaran dan ingin tahu lebih lanjut mengenai hal yang ia tidak ketahui sebelumnya.

Contoh yang saya gambarkan merupakan pengalaman orang Indonesia yang bekerja pada pengusaha Yahudi di Amerika Serikat. Dari contoh tersebut, terdapat beberapa peristiwa strangeness yang terjadi. Strangeness yang terjadi bagi pengusaha Yahudi ini adalah ketika ia mengetahui bahwa orang Indonesia ini memiliki kartu kredit. Pengusaha Yahudi itu memiliki schema bahwa hanya orang kaya yang bisa memiliki kartu kredit, sehingga merupakan hal yang baru jika ada seseorang yang melamar sebagai pegawai di perusahaannya, berarti orang tersebut tidak lebih kaya dari dirinya, bisa memiliki kartu kredit.

Pada sisi dominan orang Indonesia, strangeness yang terjadi adalah hubungan pengusaha Yahudi dengan teman-teman seagamanya yang sangat solid dan kuat, belum lagi melihat upacara keagamaan mereka yang dipimpin oleh Rabbi. Di Indonesia hanya diakui 5 agama dan tidak ada agama seperti yang dilakukan orang Yahudi tersebut. Strangeness yang terjadi ini membuat orang Indonesia itu lebih cenderung ke arah curiosity, sampai ia bisa menyimpulkan bahwa hubungan pengusaha Yahudi dengan teman-temannya sangat solid. Hal lain yang terjadi adalah ketika orang Indonesia ini diteriaki agar tidak curang ketika memberikan label harga. Ia merasa diremehkan. Kesimpulan yang bisa saya tarik dari contoh diatas adalah strangeness terjadi ketika ada dua orang dengan schema berbeda bertemu atau bekerjasama dalam satu pekerjaan.

Stephanie Nessia 2010-070-007 

Bachelor Student in Psychology

Atma Jaya Catholic University of Indonesia

 

About Poster

Global Indonesian Network – who has written posts on Global Indonesian Network.


Tagged with:
 

Comments are closed.